Posted by
Adi Darma Al-Afasy
|
1.
Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 per orang
2.
Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan
3.
Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/ rumbia/ kayu berkualitas rendah/tembok
tanpa diplester.
4.
Tidak memiliki fasilitas buang air besar/ bersama-sama dengan rumah tangga
lain.
5.
Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
6.
Sumber air minum berasal dari sumur/ mata air tidak terlindung/ sungai/ air
hujan.
7.
Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/ arang/ minyak tanah
8.
Hanya mengkonsumsi daging/ susu/ ayam dalam satu kali seminggu.
9.
Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun
10.
Hanya sanggup makan sebanyak satu/ dua kali dalam sehari
11.
Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/ poliklinik
12.
Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah: petani dengan luas lahan 500m2,
buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan dan atau pekerjaan
lainnya dengan pendapatan dibawah Rp. 600.000,- per bulan
13.
Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga: tidak sekolah/ tidak tamat SD/ tamat
SD.
14.
Tidak memiliki tabungan/ barang yang mudah dijual dengan minimal Rp. 500.000,-
seperti sepeda motor kredit/ non kredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang
modal lainnya.
Jika
minimal 9 variabel terpenuhi maka suatu rumah tangga miskin